Hasil Mini Riset Studi Kebantenan
MAKALAH
MINI RISET PENDUDUK SEKITAR MASJID AGUNG BANTEN LAMA / KRATON SUROSOWAN
KECAMATAN KASEMEN, KOTA SERANG, BANTEN.
Disusun sebagai tugas mata kuliah studi kebantenan
Disusun Oleh :
Annisa Fithri (2224180101)
Annisa Rahma Delizea (2224180098)
Mia Nurajizah (2224180076)
Nurul Hayat Hibatullah (2224180105)
Yulia Wati (2224180093)
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Banten merupakan salah satu provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Jawa Barat, dimana saat ini Provinsi Banten berada dalam tahap pembangunan yang dilakukan di berbagai sektor penunjang perekonomian, salah satu sektor yang sedang gencar dikembangkan adalah sektor pariwisata, seperti yang kita ketahui bersama, pariwisata merupakan bagian yang berkaitan erat dengan kehidupan manusia yang menyangkut kegiatan sosial dan ekonomi. Seperti yang telah diketahui bersama dalam beberapa tahun terakhir ini, industri pariwisata Indonesia berkembang cukup pesat dan memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai penghasil devisa negara setelah gas alam dan minyak bumi.
Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten memiliki lokasi yang sangat strategis, dimana Kota Serang dikelilingi kabupaten dan kota lain, serta sangat mudah di akses dari setiap kabupaten kota yang ada karena terletak tepat di tengah dan sebagai pusat pemerintahan provinsi Banten. Kota Serang memiliki beberapa destinasi wisata utama, satu diantaranya adalah Kawasan Banten Lama, yang merupakan ikon Provinsi Banten itu sendiri.
Banten Lama merupakan suatu kawasan wisata, berlokasi di Kecamatan Kasemen berjarak 12 Km ke arah utara dari pusat Kota Serang menuju teluk Banten. Kawasan tersebut berupa kompleks peninggalan Kesultanan Banten terdiri atas peninggalan-peninggalan sejarah diantaranya Masjid Agung Banten, Keraton, Benteng, Vihara dan Pemakaman Sultan-sultan Banten yang tentunya menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi wisatawan.
Banten Lama merupakan suatu kawasan wisata, berlokasi di Kecamatan Kasemen berjarak 12 Km ke arah utara dari pusat Kota Serang menuju teluk Banten. Kawasan tersebut berupa kompleks peninggalan Kesultanan Banten terdiri atas peninggalan-peninggalan sejarah diantaranya Masjid Agung Banten, Keraton, Benteng, Vihara dan Pemakaman Sultan-sultan Banten yang tentunya menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi wisatawan.
B.Rumusan Masalah
1. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka yang dijadikan fokus permasalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
2. Bagaimana pandangan penduduk sekitar Masjid Agung Banten Lama atau keraton Surosowan terhadap aspek pariwisata/sosial budaya?
3. Bagaimana pandangan penduduk sekitar Masjid Agung Banten Lama atau keraton Surosowan terhadap aspek lingkungan?
4.Bagaimana pandangan penduduk sekitar Masjid Agung Banten Lama atau keraton Surosowan terhadap aspek ekonomi?
5. Bagaimana pandangan penduduk sekitar Masjid Agung Banten Lama atau keraton Surosowan terhadap aspek teknologi?
C. Tujuan
Adapun tujuan dan manfaat dari dilaksanakannya penelitian ini antara lain :
1.Mengetahui kondisi pariwisata/sosial budaya berdasarkan pandangan penduduk di sekitar Masjid Agung Banten Lama/keraton Surosowan.
2.Mengetahui kondisi lingkungan berdasarkan pandangan penduduk di sekitar Masjid Agung Banten Lama/keraton Surosowan.
3.Mengetahui kondisi ekonomi berdasarkan pandangan penduduk di sekitar Masjid Agung Banten Lama/keraton Surosowan.
4.Mengetahui kondisi teknologi berdasarkan pandangan penduduk di sekitar Masjid Agung Banten Lama/keraton Surosowan.
A.Kondisi Banten Lama
Banten lama merupakan adalah situs yang merupakan sisa kejayaan Kerajaan Banten. Letaknya relatif tidak jauh dari kota Jakarta, dapat ditempuh sekitar 2 jam dari Jakarta. Masjid Agung Banten Lama Terletak di kelurahan Banten, kecamatan Kasemen, Kota Serang, Masjid Agung Banten Lama didirikan pada masa kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570) pada tahun 1556. Maulana Hasanuddin merupakan raja pertama yang memerintah Banten dengan corak pemerintahan Islam dan digelari sebagai Panembahan Surosowan.
Sebelum tahun 2018 banten lama belum mengalami revitalisasi yang sangat pesat seperti setelah 2018. Dahulu kondisi penjarahan masih sangat tradisional dan masih banyak beberapa sudut yang masih tidak tertata seperti saat ini. Mulai dari pedagang yang belum tertata dengan rapih, parkiran yang masih asal dan banyak bagian jalan yang masih berlubang dan menggenang ketika hujan turun. Tapi, sekarang banten lama sudah mengalami revitalisasi mulai dari akses jalan sampai penataan letak dari pedagang kaki lima hal ini di dasari oleh gagasan dari gubernur banten Wahidin Halim.
Gubernur Banten Wahidin Halim merealisasikan gagasan mengembalikan kejayaan Banten pada saat ini dengan melakukan revitalisasi bangunan di kawasan Banten Lama di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Wahidin menyatakan perlunya menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya tak berdaya menjadi vital (penting) alias revitalisasi karena di tempat ini terdapat banyak situs peninggalan dari Kerajaan Banten.
Akan tetapi kondisi sekitar masjid agung banten masih gersang karna masih sedikitnya pohon yang terdapat di sana ditambah lagi sekarang masih terdapat proses pembangunan sehingga banyak debu yang membuat pengunjung dan penduduk merasa terganggu. Setelah revitalisasi bangunan pengunjung di Masjid Agung Banten semakin membeludak di tambah lagi dengan adanya payung yang hampir mirip dengan masjid nabawi di Madinah menjadi daya tarik paling besar bagi wisatawan dan hal ini berdampak baik pada perekonomian penduduk di sekitar Masjid Agung Banten.
B. Hasil penelitian penduduk Banten Lama
Penduduk Banten berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2017 sebanyak 12,45 juta jiwa yang terdiri atas 6,34 juta jiwa penduduk laki-laki dan 6,1 juta jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan jumlah penduduk tahun 2016, penduduk Banten mengalami pertumbuhan sebesar 2,01 persen. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2017 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 103,94.
Kepadatan penduduk di Provinsi Banten tahun 2017 mencapai 1.288 jiwa/km2 dengan rata-rata jumlah penduduk per rumah tangga 4 orang. Kepadatan Penduduk di 8 kabupaten/ kota cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kota Tangerang dengan kepadatan sebesar 13.902 jiwa/km2 dan terendah di Kabupaten Lebak sebesar 376 jiwa/Km2.
Pada penelitian ini kami mengamati penduduk di sekitar masjid Banten lama Kecamatan Kasemen tepatnya di Kelurahan Kasunyatan dan Banten. Untuk jumlah penduduk Kelurahan Kasunyatan berjumlah 9824 dengan rincian laki-laki 5143 dan perempuan 4681 sedangkan di Kelurahan Banten berjumlah 14593 dengan rincian laki-laki 7532 dan perempuan 7061. Kepadatan penduduk di Kelurahan Kasunyatan mencapai jumlah 2729 jiwa/km2 dan di Kelurahan Banten mencapai 2560 jiwa/km2.
Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik Provinsi Banten khususnya di Kecamatan Kasemen dalam angka 2019, sebagian besar pekerjaan penduduk di sekitar banten lama yang hanya sebagai ibu rumah tangga dan pedagang kaki lima sekitar masjid Agung Banten. Sedangkan Mata pencaharian kebanyakan warga kelurahan banten dan kasunyatan adalah pertanian. Serta tingkat pendidikan terakhir penduduk di Kelurahan Kasunyatan dan Kelurahan Banten sebagian besar hanya sampai jenjang SD-SLTP bahkan sebagian ada yang tidak sekolah. Sehingga perekonomian penduduk di Kelurahan Kasunyatan dan Kelurahan Banten termasuk kelas menengah ke bawah.
Selain itu keadaan masyarakat disana masih dikatakan belum terlalu modern hal ini dapat dilihat dari bagaimana mereka mengolah sampah rumah tangga. Kebanyakan dari warga sekitar masih membakar sampah untuk mengurangi volume sampah. Walau ada petugas kebersihan warga sekitar juga masih membuang sampah dibantaran kali padahal sudah disediakan tempat sampah hal ini menyebabkan terlihat kumuhnya daerah disekitar masjid agung banten. Selain itu ada beberapa bagian jalan yang belum teraspal hanya berbatako dan batakonya pun sudah mulai rusak keberadaan jalan seperti ini terutama terjadi di jalan yang menuju perkampungan.
A. Hasil Mini Riset
Penelitian ini ditujukan kepada penduduk di sekitar masjid Banten lama Kecamatan Kasemen tepatnya di kelurahan Kasunyatan dan kelurahan Banten. Hasil dari penelitian ini ditunjukan melalui diagram di bawah ini :
1. Biodata Diri
Responden yang di wawancarai berjumlah 20 orang yang merupakan penduduk asli yang berasal dari Banten. 65% berjenis kelamin perempuan dan 35% berjenis kelamin laki-laki. Pada diagram pekerjaan, presentase tertinggi yaitu 30% penduduk bekerja sebagai pedagang, 25% sebagai ibu rumah tangga, 30% belum bekerja, 10% petugas DLHK, dan yang terendah adalah 5% sebagai wiraswasta. Pada diagram mengenai tingkat pendidikan terakhir, presentase tertinggi adalah 50% pendidikan terakhir responden adalah SMA, 20% SMP, 15% SD, dan 15% S1. Sekitar 45% responden yang diwawancarai berstatus belum menikah dan sisanya 55% berstatus sudah menikah.
2. Aspek pariwisata dan sosial budaya
5. Aspek Teknologi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Banten lama merupakan adalah situs yang merupakan sisa kejayaan Kerajaan Banten. Letaknya relatif tidak jauh dari kota Jakarta, dapat ditempuh sekitar 2 jam dari Jakarta. Masjid Agung Banten Lama Terletak di kelurahan Banten, kecamatan Kasemen, Kota Serang, Masjid Agung Banten Lama didirikan pada masa kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570) pada tahun 1556. Maulana Hasanuddin merupakan raja pertama yang memerintah Banten dengan corak pemerintahan Islam dan digelari sebagai Panembahan Surosowan.
Sebelum tahun 2018 banten lama belum mengalami revitalisasi yang sangat pesat seperti setelah 2018. Dahulu kondisi penjarahan masih sangat tradisional dan masih banyak beberapa sudut yang masih tidak tertata seperti saat ini. Mulai dari pedagang yang belum tertata dengan rapih, parkiran yang masih asal dan banyak bagian jalan yang masih berlubang dan menggenang ketika hujan turun. Tapi, sekarang banten lama sudah mengalami revitalisasi mulai dari akses jalan sampai penataan letak dari pedagang kaki lima hal ini di dasari oleh gagasan dari gubernur banten Wahidin Halim.
Gubernur Banten Wahidin Halim merealisasikan gagasan mengembalikan kejayaan Banten pada saat ini dengan melakukan revitalisasi bangunan di kawasan Banten Lama di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Wahidin menyatakan perlunya menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya tak berdaya menjadi vital (penting) alias revitalisasi karena di tempat ini terdapat banyak situs peninggalan dari Kerajaan Banten.
Akan tetapi kondisi sekitar masjid agung banten masih gersang karna masih sedikitnya pohon yang terdapat di sana ditambah lagi sekarang masih terdapat proses pembangunan sehingga banyak debu yang membuat pengunjung dan penduduk merasa terganggu. Setelah revitalisasi bangunan pengunjung di Masjid Agung Banten semakin membeludak di tambah lagi dengan adanya payung yang hampir mirip dengan masjid nabawi di Madinah menjadi daya tarik paling besar bagi wisatawan dan hal ini berdampak baik pada perekonomian penduduk di sekitar Masjid Agung Banten.
B. Hasil penelitian penduduk Banten Lama
Penduduk Banten berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2017 sebanyak 12,45 juta jiwa yang terdiri atas 6,34 juta jiwa penduduk laki-laki dan 6,1 juta jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan jumlah penduduk tahun 2016, penduduk Banten mengalami pertumbuhan sebesar 2,01 persen. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2017 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 103,94.
Kepadatan penduduk di Provinsi Banten tahun 2017 mencapai 1.288 jiwa/km2 dengan rata-rata jumlah penduduk per rumah tangga 4 orang. Kepadatan Penduduk di 8 kabupaten/ kota cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kota Tangerang dengan kepadatan sebesar 13.902 jiwa/km2 dan terendah di Kabupaten Lebak sebesar 376 jiwa/Km2.
Pada penelitian ini kami mengamati penduduk di sekitar masjid Banten lama Kecamatan Kasemen tepatnya di Kelurahan Kasunyatan dan Banten. Untuk jumlah penduduk Kelurahan Kasunyatan berjumlah 9824 dengan rincian laki-laki 5143 dan perempuan 4681 sedangkan di Kelurahan Banten berjumlah 14593 dengan rincian laki-laki 7532 dan perempuan 7061. Kepadatan penduduk di Kelurahan Kasunyatan mencapai jumlah 2729 jiwa/km2 dan di Kelurahan Banten mencapai 2560 jiwa/km2.
Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik Provinsi Banten khususnya di Kecamatan Kasemen dalam angka 2019, sebagian besar pekerjaan penduduk di sekitar banten lama yang hanya sebagai ibu rumah tangga dan pedagang kaki lima sekitar masjid Agung Banten. Sedangkan Mata pencaharian kebanyakan warga kelurahan banten dan kasunyatan adalah pertanian. Serta tingkat pendidikan terakhir penduduk di Kelurahan Kasunyatan dan Kelurahan Banten sebagian besar hanya sampai jenjang SD-SLTP bahkan sebagian ada yang tidak sekolah. Sehingga perekonomian penduduk di Kelurahan Kasunyatan dan Kelurahan Banten termasuk kelas menengah ke bawah.
Selain itu keadaan masyarakat disana masih dikatakan belum terlalu modern hal ini dapat dilihat dari bagaimana mereka mengolah sampah rumah tangga. Kebanyakan dari warga sekitar masih membakar sampah untuk mengurangi volume sampah. Walau ada petugas kebersihan warga sekitar juga masih membuang sampah dibantaran kali padahal sudah disediakan tempat sampah hal ini menyebabkan terlihat kumuhnya daerah disekitar masjid agung banten. Selain itu ada beberapa bagian jalan yang belum teraspal hanya berbatako dan batakonya pun sudah mulai rusak keberadaan jalan seperti ini terutama terjadi di jalan yang menuju perkampungan.
BAB III
HASIL PENELITIAN
A. Hasil Mini Riset
Penelitian ini ditujukan kepada penduduk di sekitar masjid Banten lama Kecamatan Kasemen tepatnya di kelurahan Kasunyatan dan kelurahan Banten. Hasil dari penelitian ini ditunjukan melalui diagram di bawah ini :
1. Biodata Diri
Responden yang di wawancarai berjumlah 20 orang yang merupakan penduduk asli yang berasal dari Banten. 65% berjenis kelamin perempuan dan 35% berjenis kelamin laki-laki. Pada diagram pekerjaan, presentase tertinggi yaitu 30% penduduk bekerja sebagai pedagang, 25% sebagai ibu rumah tangga, 30% belum bekerja, 10% petugas DLHK, dan yang terendah adalah 5% sebagai wiraswasta. Pada diagram mengenai tingkat pendidikan terakhir, presentase tertinggi adalah 50% pendidikan terakhir responden adalah SMA, 20% SMP, 15% SD, dan 15% S1. Sekitar 45% responden yang diwawancarai berstatus belum menikah dan sisanya 55% berstatus sudah menikah.
2. Aspek pariwisata dan sosial budaya
3. Aspek Lingkungan
4. Aspek Ekonomi
5. Aspek Teknologi
- Aspek pariwisata
Ketika berkunjung ke masid agung banten lama warga sekitar sering menyempatkan untuk berinteraksi dengan pengunjung dan menginfokan tentang sejarah kejayaan Banten tempo dulu dan mengharapkan pengunjung dapat datang lagi ke Masjid Agung Banten Lama.
- Aspek Lingkungan
Sebagian besar penduduk setempat setuju Di sekitar Masjid Agung Banten Lama sudah terdapat petugas kebersihan yang telah bekerja dengan baik sehingga kebersihan di lingkungan Masjid Agung Banten Lama dapat terjaga. Akan tetapi untuk penyediaan tempat sampah tidak di lakukan pemilahan sampah walau banyak akan tetapi masih di jadikan satu antara sampah organik dan anorganik selain itu warga setempat juga sering menyayangkan sikap pengunjung yang masih membuang sampah sembarangan.
Untuk fasilitas air di Masjid Agung Banten Lama sudah baik akan tetapi saat musim kemarau warga sekitar sering kekurangan air atau air menjadi asin hal ini di karenakan wilayah Banten lama yang dekat dengan teluk Banten. Disekitar Masjid Agung Banten Lama juga tidak nampak air yang menggenang yang mengganggu aktifitas wisata.
Untuk lingkungan sekitar Masjid Agung Banten Lama termasuk asri tapi untuk jalan menuju lingkungan Masjid Agung Banten Lama masih kurang pepohonan sehingga tampak gersang yang menyebabkan pengunjung jarang berkunjung ketika siang hari kebanyakan pengunjung datang sekitar setelah asar atau pagi sebelum matahari menyengat.
- Aspek Ekonomi
Masyarakat setempat ragu-ragu untuk berjualan di sekitar Masjid Agung Banten Lama sebab mereka tidak mendapatkan akses tanah untuk berjualan meskipun ada mereka harus mengontrak dengan bayaran yang tak sedikit sehingga kebanyakan warga sekitar memilih menjadi pedagang kaki lima yang sewaktu-waktu dapat diusir karena mengganggu ketertiban.
Selain itu penduduk setempat sebagian meyakini bahwa pengunjung Merasa aman berbelanja di sekitar Masjid Agung Banten Lama namun sebagian penduduk juga ragu-ragu sebab sepengetahuan mereka masih terdapat pencopetan di sekitar Masjid Agung Banten Lama namun memang frekuensinya sangat jarang dan hanya terjadi ketika sangat ramai pengunjung seperti setelah idul Fitri.
- Aspek Teknologi
Untuk pintu masuk dan keluar sebenarnya sudah di pisah namun pada aplikasinya belum sesuai. Di sekitar Masjid Agung Banten Lama terdapat layar besar yang berisi tentang informasi mengenai Banten lama namun tidak banyak dan tidak di gunakan untuk memantau kejadian sekitar wilayah wisata tersebut.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan data diatas dapat di simpulkan bahwa kebanyakan penduduk sekitar masjid agung banten bekerja sebagai pedagang dan ibu rumah tangga dan rata –rata pendidikan penduduk yang kami wawancarai berpendidikan SD –SMP. Hal ini mengakibatkan perekonomian penduduk sekitar Masjid Agung Banten Lama masih tingkat menengah ke bawah dan untuk kegiatan perekonomian disana sudah termasuk baik akan tetapi masih kurang dalam aspek penjualan produk khas dari banten.
Untuk kegiatan pariwisata Masjid Agung Banten Lama memuat pariwisata sejarah, perjuangan dan religi. Sekarang berkat revitilisasi kawasan Masjid Agung Banten Lama semakin banyak pengunjungnya dan penduduk setempat merespon baik akan hal itu. Selain itu kondisi lingkungan Masjid Agung Banten Lama yang telah tertata dan dirawat dengan baik menjadi daya tarik lebih bagi pengunjung untuk datang lagike Masjid Agung Banten Lama. Akan tetapi , untuk pemakain teknologi di masjid agung banten belum terlalu banyak di terapkan seperti lahan parker dan cctv yang belum ada disetiap bagia dari masjid agung banten dan kawasan kraton Surosowan.
B. Saran
Melihat kondisi penduduk dan lingkungan sekitar Masjid Agung Banten Lama, kami menyarankan agar pemerintah lebih memperhatikan mengenai keamanan, lingkungan, fasilitas yang dapat menunjang kehidupan masyarakat sekitar. Kami juga menyarankan adanya pelatihan keterampilan untuk penduduk sekitar Masjid Agung Banten Lama agar dapat memproduksi aksesoris atau kerajinan tangan yang bernilai ekonomis sehingga perekonomian penduduk menjadi lebih baik. Selain itu, dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan penduduk dapat memproduksi dan mendistribusikan oleh-oleh khas Banten.selain itu kami juga menyarankan untuk penanaman dan pemeliharan pohon di sekitar lingkungan kraton Surosowan dan Masjid Agung Banten Lama agar lingkungan disana lebih asri dan sejuk sehingga pengunjung dapat menikmati kegiatan ibadah dan wisata sejarah dengan nyaman tanpa mengeluh kepanasan dan lain sebagainya. Kami juga menyarankan pemberian lahan dagang bagi warga sekitar agar warga sekitar dapat berjualan sehingga warga sekitar tidak berjualan di jalan sekitar Masjid Agung Banten Lama.
DAFTAR PUSTAKA
Ardriansyah, M. (2018). Purwarupa Digital Masjid Agung Banten dengan Teknik Virtual Realiti Berbasis Desktop Sebagai Upaya untuk Menjaga Kelestarian Peninggalan Budaya Banten. Jurnal Ilmiah Komputasi. 17(2) : 137-144 hlm.
Saefullah, A. (2018). Masjid Kasunyatan Banten Mengenai Tinjauan Sejarah dan Arsitektur. Jurnal Lektur Keagamaan. 16(1) : 127-158.
Sulistyo, B. (2012). Revilitasi Kawasan Banten Lama Sebagai Wisata Ziarah. Jurnal Planesa. 3(1) : 25-30.
Tim Badan Pusat Statistika Banten. 2019. Kecamatan Kasemen Dalam Angka 2019. Banten : Suhudsentrautama.
Tim Badan Pusat Statistika Banten. 2018. Provinsi Banten Dalam Angka 2018. Banten : CV. Dharmaputra.



















Komentar
Posting Komentar